Cara Menanam Jahe di Lahan Tanah yang Benar

Berikut dijelaskan panduan cara menanam jahe di lahan tanah yang benar meliputi persiapan lahan, pembibitan, cara menanam, pemeliharaan, pemupukan, dan pengendalian hama pada tanaman jahe. Setelah Anda mempelajari, sebaiknya langsung untuk dipraktekan sendiri di kebun Anda. Hal ini bertujuan untuk proses pembelajaran selanjutnya karena dengan praktek akan tau kendala yang dihadapi sehingga kita belajar untuk memperbaikinya.

Terdapat berbagai macam jenis jahe, diantaranya yaitu: Jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah. Masing-masih jenis jahe tersebut mempunyaik manfaat dan kegunaan sendiri-sendiri (Baca juga manfaat jus jahe bagi kesehatan). Namun, untuk cara menanamnya sama saja. Berikut cara menanam jahe tahap demi tahap, dan cara pemeliharaannya untuk mencapai hasil maksimal.

Cara menanam Jahe

Persiapan Lahan, Pembibitan dan Cara Menanam Jahe

Tanah atau Lahan Persiapan Menanam Jahe

Sebelum dilakukan penanaman tanaman jahe, lahan yang digunakan harus diolah terlebih dahulu dengan menggempurkan tanah dengan menggunakan cangkul dan meratakannya. Setelah itu tebarkan pupuk kandang dengan takaran 2 kg/m² luas lahan yang akan digunakan, lalu aduk-aduk sampai merata dengan mencangkulnya.

Pengolahan lahan untuk jahe

Setelah itu, lahan tanam dibuat bedengan dengan lebar sekitar 50 cm dengan panjang sesuai dengan luas tanah. Pada setiap bedengan yang kita buat, siapkan lubang untuk menanam bibit jahe dengan ukuran sekitar 30 x 30 x 30 cm.

Sebulan sebelum lahan tanam ditanami bibit jahe, setiap lubang tanam terlebih dahulu diberikan masukan jerami yang berguna untuk memenuhi unsur hara di dalam tanah. Setelah itu, diatas tumpukan jerami diberikan pupuk kandang yang sebelumnya telah diolah dahulu sebanyak 1 sampai 2 kg/m², lalu biarkan lubang tetap terbuka sampai waktu penanaman tiba agar pupuk menjadi semakin matang dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Cara Pembibitan Jahe

Para petani biasanya melakukan perbanyakan tanaman jahe dengan melakukan pertunasan melalui hasil dari pemecahan rimpang, untuk mendapatkan hasil yang baik maka pilih benih yang berkualitas dengan rimpang yang sudah cukup tua sekitar 9 sampai 12 bulan. Namun, jika rimpang yang digunakan masih sangat muda dan belum cukup kuat, maka dapat menyebabkan tanaman jahe mudah terkena serangan hama dan penyakit.

Untuk mendapatkan hasil tanaman jahe yang berkualtas baik, maka perlu memperhatikan beberapa kriteria yang diantaranya yaitu seperti pemilihan bibit benih yang sehat, berasal dari induk yang sudah cukup umur dan pertumbuhan tunasnya yang merata. Benih yang sehat dapat kita lihat dari warnanya yang kuning bersih dan daging rimpangnya tampak segar, sedangkan untuk mengetahui umur benih yang sudah cukup dapat kita lihat dengan mematahkannya dan akan tampak serat yang keluar dari daging rimpang tersebut. Jika serat pada rimpang sudah cukup umur, maka dapat sangat mudah untuk dipatahkan dan tampilan fisik yang nampak pada benih yang diambil dari rimpang yang sudah tua dapat dilihat dari kulitnya yang mengkilap, licin, isi di dalamnya sangat pada serta tidak mudah mengelupas.

Sebelum dilakukan penanaman bibit, rimpang jahe terlebih dahulu dipotong-potong dengan ukuran sekitar 35 sampai 60 gram dan pastikan jika rimpang memiliki 2 mata tunas. Setelah bibit dipotong-potong, lalu rendam bibit dengan meggunakan cairan agrimisin 0,1% selama kurang lebih 4 jam. Setelah itu, bibit diangin-anginkan agar pada bekas potongan tidak mengalami pembusukan. Selain itu, pada bekas sayatan pada rimpang dilumuri dengan abu gosok.

Kemudian lakukan pentunasan pada media tanam yang dibuat dari tumpukan jerami selama 1 sampai 3 minggu. Cara pembuatan media tanam ini yaitu dengan menggunakan jerami yang ditata pada rak bambu, rak bambu tersebut diletakan di dalam gubuk yang tertutup dan dapat diatur kelembabannya. Lakukan penyiraman secara teratur pada media tanam tersebut setiap hari. Selain itu, cara pentunasan tanaman jahe ini dapat dilakukan dengan cara ditutup tanah tipis dan ditutupi dengan tumpukan jerami, serasah kering ataupun dengan menggunakan daun kelapa kering.

Cara Penanaman Jahe

Waktu yang paling baik dalam menanam tanaman jahe ini yaitu pada saat awal datangnya musim penghujan, namun jika di daerah yang ketersediaan airnya cukup, maka dapat dilakukan penanaman tanaman ini sepanjang tahun. Cara penanamannya yaitu dengan memasukan tanaman rimpang yang telah bertunas pada lubang tanam yang telah disiapkan sebulan sebelum tiba waktu penanaman, tanam rimpang dengan posisi tunas menghadap keatas lalu timbun dengan tanah halus. setelah itu, permukaan bedengan diberi tumpukan jerami yang berguna untuk mencegah pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah.

Cara Pemupukan, Pemeliharaan, dan Pengendalian Hama Tanaman Jahe

Cara Pemupukan Jahe

Di dalam pemupukan tanaman jahe perlu dilakukan sebelum penanaman, sebelumnya tanah yang ditanami tanaman jahe dcampur dengan pupuk kandang. Telah tanaman jahe berumur beberapa bulan, tanaman diberikan pupuk buatan yang dapat bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman lebih cepat dan subur. Jenis pupuk yang sering diberikan pada jenis tanaman jahe yaitu jenis pupuk SP-36 atau dapat diberikan jenis pupuk TSP sebanyak 30 g/m², pupuk urea sebanyak 40 g/m². Pemakaian pupuk ini dapat diberikan pada saat awal tanam sebanyak 50% dan dapat diberikan lagi sebanyak 50% setelah tanaman berumur 4 bulan, serta diberikan jenis pupuk KCI dengan takaran 30 g/m².

Kegunaan dari pemberian pupuk urea yaitu untuk menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman jahe, pupuk SP-36 atau TSP dapat berfungsi untuk mempercepat masa pertumbuhan akar dan juga anakannya, sedangkan jenis pupuk KCI dapat berfungsi untuk memperkuat batang dan membantu meningkatkan kualitas rimpang pada tanaman jahe.

Cara Pemeliharaan Jahe

Di dalam cara pemeliharaan jenis tanaman jahe, hal yang paling penting harus diperhatikan dan di lakukan yaitu pada proses penyiangan dan penyulaman. Proses penyulaman hanya dilakukan pada saat jika terdapat tunas yang tidak dapat tumbuh dengan maksimal. Sedangkan proses penyiangan merupakan proses pencabutan rumput atau tanaman liar pengganggu yang tumbuh dengan sendirinya disekitar tanaman jahe, proses penyiangan sebaiknya dilakukan dengan cara manual dengan menggunakan tangan dan dilakukan dengan sangat hati-hati agar struktur tanaman jahe tidak terganggu.

Proses penyiangan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 1-3 bulan, lalu proses ini terus dilanjutkan hingga umur tanaman sekitar 6-7 bulan. Selain itu, proses pemeliharaan seperti pembubuhan juga harus dilakukan untuk menjaga kekukuhan pada batang tanaman dan proses pembubuhan ini dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali.

Cara Pengendalian Hama Pada Jahe

Di dalam membudidayakan tanaman jahe, para petani harus waspada akan bahaya serangan hama. Hama yang biasa menyerang jeni tanaman ini yaitu hama lalat rimpang, hama rimpang merupakan salah satu jenis hama tanaman yang sering menyerang tanaman jahe pada saat tanaman berumur 5 bulan.

Tanaman yang diserang oleh hama ini, biasanya tanaman akan layu, mongering dan dapat mengalami kerusakan pada kulit rimpangnya. Untuk melakukan pengendalian akan bahaya hama ini, dapat dilakukan pemilihan bibit tanaman yang sehat agar tanaman tidak mudah diserang lalat rimpang.

Tidak hanya lalat rimpang yang menjadi musuh tanaman jahe, tanaman jahe juga rentan terserang penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri Pseudomonas salanacearum. Jenis penyakit ini dapat membuat tanaman jahe menjadi layu, mengalami pembusukan dan daun menguning.

Itulah tahap demi tahan cara menanam jahe yang dapat Anda praktekan di lahan kebun dengan harapan mencapai hasil maksimal.