Panduan Lengkap Cara Budidaya Temulawak yang Baik

By On Tuesday, December 12th, 2017 Categories : Cara Menanam

Berikut ini caragambarulucu.id menyajikan panduan lengkap cara budidaya temulawak yang baik dan benar dilahan tanah atau kebun. Bisa juga menanamnya di pot atau polibag cara pembibitan dan pemeliharaan sama saja yang beda cuman tempatnya saja.

Cara Budidaya Temulawak

Temulawak biasa dimanfaatkan rimpangnya untuk berbagai manfaat seperti untuk kesehatan karena termasuk jenis tanaman herbal. Bisa juga dijadikan minuman menyegarkan yang berkhasiat.

Panduan Cara Budidaya Temulawak

Tanah atau lahan

Tanah atau lahan yang akan digunakan untuk menanam tanaman temulawak harus diolah terlebih dahulu dengan cara di gempurkan dengan menggunakan cangkul hingga merata, lalu tanah yang telah digempurkan di beri pupuk kandang sebanyak 2 kg/ m² dan aduk hingga pupuk dan tanah tercampur merata. Setelah itu, buat lubang dengan ukuran 30 cm x 30 cm dengan  jarak dari lubang yang satu dengan lubang lainnya sekitar 60 cm dengan panjang sesuai dengan luas lahan yang digunakan, setiap lubang diberi pupuk kandang sebanyak 30 gram.

Pembibitan Temulawak

Pada umumnya, pembibitan tanaman temulawak dilakukan dengan cara ramping. Untuk mendapatkn bibit yang berkualitas baik, sebaiknya gunakan rimpang yang sudah berumur 9 bulan. Tanaman ini tidak dapat langsung ditanam pada lahan tanam, karena rimpang harus ditunaskan terlebih dahulu. Cara pentunasan dilakukan pada tempat yang teduh dan lembab,  kelembaban ruangan harus tetap terjaga dan waktu pentunasan dilakukan selama 2 sampai 6 minggu dengan menggunakan media jerami. Setelah tunas-tunas tersebut tumbuh, maka dapat dilakukan pemotongan, pastkan pemotongan harus terdapat 2 hingga 3 mata tunas dan jika mata tunas semakin banyak, maka pertumbuhannya akan semakin baik. Semua rimpang-rimpang yang telah bertunas disortir dan diambil rimpang yang memiliki tunas sehat dan tumbuh dengan seragam, lalu rimpang-rimpang tersebut ditanam pada lahan tanam yang telah disediakan.

Cara Penanaman Temulawak

Waktu yang baik untuk menanam tanaman temulawak akan lebih baik jika dilakukan pada saat musim hujan, tetapi juga dapat dilakukan kapanpun jika katersediaan air mencukupi. Setelah itu, tanam rimpang yang telah dipilih pada lubang di lahan tanam yang telah disiapkan sebelumnya dan kedalaman lubang harus mencapai minimal 8 cm. Kemudian tanam rimpang dengan posisi tunas menghadap keatas dan tutup kembali dengan tanah halus. Anda dapat menambahkan jerami pada permukaan tanah untuk mencegah pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah, sehingga tanaman temulawak dapat tumbuh sehat dan subur serta dapat terhindar dari berbagai serangan jenis penyakit tanaman.

Cara Pemupukan Tanaman Temulawak

Seperti halnya dengan cara pemupukan pada tanaman-tanaman lainnya, pemupukan tanaman temulawak dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang. Namun untuk memaksimalkan pertumbuhannya, pupuk tambahan pun dapat diberikan seperti pupuk urea, SP-36 atau TSP dan jenis pupuk KCI.  Dari beberapa jenis pupuk tersebut, takaran yang diberikan berbeda-beda tergantung dari luas lahan yang digunakan. Untuk jenis pupuk urea dap[at diberikan dengan dosis sekitar 13 g/m², jenis pupuk SP-38 atau TSP sekitar 14 g/m², sedangkan pupuk jenis KCI dapat diberikan dengan dosis sekitar 14 g/m².

Cara Pemeliharaan Temulawak

Di dalam cara pemeliharaan jenis tanaman temulawak ini tidak berbeda jauh dengan cara yang dilakukan pada tanaman lainnya, cara pemeliharaan dapat meliputi penyulaman, penyiangan dan pembumbunan. Dalam melakukan proses penyulaman dilakukan pada tanaman yang memiliki pertumbuhan kurang maksimal ataupun mati. Bibit yang akan digunakan untuk menyulam tanaman yang mati harus memiliki umur yang sama, sedangkan waktu penyulaman dapat dilakukan pada saat 2 – 3 minggu setelah tanam.

Kemudian untuk melakukan pembumbunan tanah dapat dilakukan pada saat rimpang-rimpang tanaman tumbuh menyembul ke atas tanah, sedangkan proses penyiangan hanya dilakukan pada saat terjadi pertumbuhan gulma disekitar tanaman yang dapat mengganggu masa pertumbuhan tanaman itu sendiri.

Cara Pengendalian Hama Temulawak

Hama atau penyakit tanaman merupakan masalah yang kerap dihadapi para petani. Untuk melakukan pengendalian terhadap hama atau penyakit yang menyerang tanaman temulawak dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan cairan intektisida, terutama jenis intektisida yang dapat membunuh hama yang dapat merusak daun dan penggerek batang tanaman.

Cara Panen Temulawak

Proses pemanenan yang dilakukan pada tanaman temulawak biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 1 tahun. Ciri-ciri tanaman yang sudah siap untuk dipanen yaitu dapat dilihat dari seluruh daunnya yang mongering dan menjulur ke dasar tanah. Cara pemanenan tanaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan garpu yang ditancapkan ke dalam tanah disekitar rumpun, lalu garpu di congkelkan secara perlahan. Setelah itu, rimpang temulawak dibersihkan dari tanah yang menempel dan dikeringkan. Kemudian temulawak yang telah bersih dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.