Panduan Cara Budidaya Tanaman Lidah Buaya

Di dalam membudidayakan tanaman lidah buaya, sebaiknya ditanam pada tanah atau lahan yang subur. Carilah lahan yang memiliki kualitas tanah yang baik, yaitu jenis tanah yang berstruktur remah dan kaya akan kandungan unsur hara didalamnya. Selain itu, carilah lahan yang masih memiliki persediaan air yang cukup walaupun pada musim kemarau. sebelum melakukan penanaman, tanah atau lahan harus digempurkan terlebih dahulu dengan menggunakan cangkul ataupun dengan cara dibajak, lalu ratakan dan buat bedengan-bedengan.

Setelah dibuat bedengan-bedengan dengan ukuran sekitar 0,5 sampai 1 meter dan panjang disesuaikan dengan panjang atau luas lahan yang digunakan, lalu buat lubang untuk menanam bibit tanaman lidah buaya dengan ukuran lubang 20 x 20 x20 cm dan beri jarak dari lubang yang satu dengan lubang yang lainnya sekitar 50 cm. Setelah lubang dibuat, lalu beri pupuk kandang pada setiap lubang dengan takaran 20 sampai 40 gram setiap lubangnya.

Bagi Anda yang tidak punya lahan tanah baik juga dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada. Lidah buaya dapat juga ditanam di pot, untuk media tanamnya sama dengan tanaman lainnya yaitu dengan tanah yang gembur dan dicampur dengan pupuk kandang.

Budidaya lidah buaya

Pembibitan Lidah Buaya

Cara pembibitan yang dilakukan pada tanaman lidah buaya pada umumnya dilakukan dengan cara vegetatif, yaitu dengan merecah atau memecah anakan yang ada pada masing-masing rumpun. Setelah dilakukan pemecahan bibit tanaman lidah buaya, lalu bibit-bibit tersebut disemaikan pada polibag-polibag kecil yang nantinya akan dipindahkan pada lahan tanam yang telah disediakan. Penyemaian dilakukan selama 1,5 sampai 3 bulan, penyemaian dapat dilakukan dengan cara menggunakan media tanam dengan menggunakan pupuk kandang yang dicampurkan dengan tanah yang perbandingannya yaitu 1 : 3.

Cara penanaman Lidah Buaya

Cara penanaman tanaman lidah buaya sangatlah mudah. Setelah anakan yang disemaikan pada polibag telah cukup umur, maka anakan tersebut dapat dipindahkan pada lahan tanam yang telah disiapkan. Caranya yaitu, pertama-tama sobek polibag dari atas kebawah lalu keluarkan secara perlahan. Setelah itu, tanam anakan tanaman lidah buaya tersebut bersama dengan tanahnya pada lubang yang sebelumnya telah disiapkan. Kemudian tutup dengan tanah halus serta beri tumpukan jerami diatasnya, tumpukan jeramo ini berfungsi untuk mulsa dan bermanfaat untuk mencega pertumbuhan gulma serta menjaga kelembaban tanah.

Cara Pemupukan Lidah Buaya

Untuk melakukan pembudidayaan jenis tanaman lidah buaya diperlukan cara pemupukan yang tepat, jenis pupuk yang digunakan juga hampir sama dengan cara pemupukan pada jenis tanaman lainnya. Pupuk yang sering digunakan yaitu jenis pupuk kandang, serta tanaman lidah buaya juga memerlukan pupuk buatan untuk menopang pertumbuhan dengan maksimal. Pupuk buatan yang dapat digunakan yaitu jenis pupuk urea, pupuk KCI dan jenis pupuk SP-36 atau jenis pupuk TSP. Dosis dan kegunaan pupuk-pupuk tersebut berbeda-beda, jenis pupuk urea dapat diberikan sekitar 10 g/m², jenis pupuk SP-36 atau TSP diberikan dengan dosis sekitar 15 g/m², dan jenis pupuk KCI diberikan dengan dosis sekitar 20 g/m². semua jenis pupuk tersebut diberikan pada saat tanam.

Cara Pemeliharaan Lidah Buaya

Cara pemeliharaan yang dilakukan pada tanaman lidah buaya yaitu dengan cara penyiangan, pemyulaman dan penyiraman. Proses penyulaman yang dilakukan pada tanaman lidah buaya dilakukan pada tanaman yang pertumbuhannya tidak maksimal ataupun pada tanaman yang mati. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam dapat dlakukan pemilihan bibit untuk proses penyulaman harus berumur sama dengan tanaman yang mati.

Sedangkan proses penyiraman juga merupakan salah satu faktor penentu pada pertumbuhan tanaman yang seragam. Lakukan proses penyiraman dengan rutin dan teratur, maka dengan begitu daun pada tanaman lidah buaya dapat tumbuh dengan subur dan sehat. Pada saat melakukan penyiraman pada tanaman lidah buaya, sebaiknya jangan sampai air menggenangi tanaman. Hal ini dikarenakan, jika terdapat genangan air pada tanaman dapat menyebabkan tanaman tersebut mati. Selain itu, didalam pemeliharaan tanaman lidah buaya juga tidak bisa lepas dari proses penyiangan terhadap pertumbuhan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, proses penyiangan wajib dilakukan secara rutin dan teratur.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Lidah Buaya

Di dalam mengatasi berbagai serangan penyakit atau hama pada tanaman lidah buaya, tergantung dari tingkat keparahan jenis hama yang menyerang. Walaupun demikian, pengendalian hama juga harus mempertimbangkan dengan waktu masa panen. Hal ini dikarenakan, agar proses penyemprotan hama dapat dilakukan pada saat yang tepat dan tidak bersamaan dengan tibanya waktu panen, sehingga tidak mengganggu proses pemanenan.

Proses pemanenan yang dilakukan pada tanaman jahe terbilang cukup unik dibandingkan dengan cara pemanenan pada tanaman lain. Proses pemanenan pertama pada tanaman lidah buaya biasanya dilakukan pada saat tanaman berbunga, umurnya sekitar 1 tahun. Lalu, proses pemanenan dapat dilakukan kembali setelah 1 tahun kemudian. Cara pemanenan dilakukan dengan memilih daunnya yang sudah berumur dan biasanya sering diambil pada daun yang berada paling bawah. Pemanenan dilakukan dengan memotong daunnya dengan menggunakan pisau pada bagian pangkalnya, setelah itu daun lidah buaya dibersihkan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan.

Manfaat Lidah Buaya

Lidah buaya bisa dijadikan olahan makanan yang menyegarkan dan bermanfaat. Baca juga cara membuat jus lidah buaya.

Banyak sekali manfaat dari lidah buaya, selain bermanfaat untuk kesehatan seperti baik untuk kesehatan jantung, mengobati sakit kepala, mengatasi sembelit, wasir dan masih banyak lagi yang lainnya. Lidah buaya bermanfaat juga untuk kecantikan wajah yaitu dengan dijadikan masker wajah yang akan membuat wajah halus bersinar dan terhindar dari jerawat.

Baca juga manfaat lidah buaya untuk rambut