Ayam Cemani

Apakah anda suka memelihara hewan langka? Ayam cemani bisa menjadi pilihan. Ayam unik dengan harga yang cukup mahal ini jarang ditemui. Tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk memelihara ayam cemani. Ayam ini banyak dikembangbiakan di temanggung jawa tengah. Keunikan dari ayam ini sendiri memiliki warna yang serba hitam, baik dari warna bulunya, kulit, daging, kaki, kuku. Lidah, jengger dan bahkan darahnya pun berwarna merah kehitaman. Itu merupakan ciri ayam cemani asli.

Ayam cemani ini banyak digunakan orang untuk ritual gaib seperti tolak bala, mengobati orang kesurupan dan sebagainya, maka dari itu ayam ini memiliki harga yang cukup mahal mulai dari 500 ribu bahkan sampai 1 juta rupiah dan disamping itu ayam ini sangat langka karena sangat sulit untuk mengembang biakannya.

Gambar Lidah Jeroan Ayam Cemani Asli Berwarna HitamPermintaan yang tinggi akan kebutuhan ayam cemani ini, masyarakat temanggung sedang mencoba untuk mengembang biakan ayam ini untuk dijadikan sebagai mata pencaharian karena harga jualnya yang cukup mahal dan menguntungkan. Ayam yang berwarna hitam banyak dikait-kaitkan dengan unsur magic yang memiliki kekuatan supranatural, maka bagi orang-orang yang percaya akan hal magic banyak yang berburu ayam ini sehingga ayam ini sangat sulit untuk ditemui seperti ayam-ayam pada umumnya.

Tetapi tidak sedikit orang juga yang mencari ayam cemani ini untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan karena warnanya yang sangat khas dan tidak dimiliki oleh jenis ayam lainnya, sehingga ayam ini merupakan salah satu jenis ayam hias khas Indonesia. Tidak hanya warga lokal yang banyak mencari ayam serba hitam ini, bahkan dari mancanegara pun banyak yang sengaja datang ke temanggung hanya untuk mencari ayam cemani untuk dijadikan sebagai ayam peliharaan.

Gambar Sepasang Ayam Cemani Jago dan Bikang

Asal Mula Ayam Cemani

Apakah anda tahu, darimana asal mula ayam cemani ditemukan dan dikembangbiakan?

Ayam cemani ini pertama ditemukan didaerah kedu, jawa tengah. Untuk itu, ayam ini dulunya dikenal dengan sebutan ayam kedu. Awal mula ayam ini popular yaitu pada waktu pertama kali ditampilkannya ayam ini di pecan raya di kota semarang pada tahun 1926, waktu itu pemili ayam ini bernama Tjokromiharjo, beliau merupakan seorang lurah di desa Kalikuto, Gerabak, Kota Magelang. Pada saat itu, kota tersebut masih kedalam karesidenan kedu. Menurut data yang ada, ayam tersebut juga pernah ikut tampil dalam pameran pekan raya pada tahun 1924, mulai pada saat inu ayam cemani ini hanya dikenal dengan sebutan ayam hitam, namun para panitia pameran tersebut menamainya dengan sebutan ayam kalikuto sesuai dengan daerah pemiliknya yaitu Tjokromiharjo. Namun pada saat itu pemilik ayam menolak dan menamai ayamnya sendiri dengan nama ayam kedu karena ayam tersebut berasal dari karesidenan dan para panitia pu menyetujuinya. Namun ayam cemani atau ayam kedu tersebut sampai saat ini belum ditemukan sejarah yang sesungguhnya, walaupun banyak yang menyimpulkan bahwa ayam ini hasil dari penyilangan.

Keberadaan ayam cemani atau ayam kedu saat ini hampir punah, karena sampai saat ini ayam cemani yang ada di tempat asalnya di desa kedu, temanggung, jawa tengah menurut dari hasil data populasinya pada tahun 1984 tercatat terdapat sekitar 5,000 ekor lebih, namun pada akhir tahun mengalami peningkatan hingga mencapai 8,500 ekor lebih. Namun saying, pada tahun 1997 populasi ayam ini merosot tajam hanya sekitar 2,000 ekor. Menurunnya populasi ayam cemani atau kedu pada saat itu dikarenakan wabah penyakit unggas, ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memelihara dan menangkal wabah penyakit atau hama tersebut.

Saat ini ayam cemani dinobatkan sebagai unggas langka dan hampir punah, sehingga keberadaannya sangat sulit dicari.

Mungkin sampai disini dulu pembahasan kali ini mengenai ayam cemani, semoga sedikit ulasan diatas dapat bermanfaat dan sampai jumpa.

Artikel Terkait: Ayam Cemani